GUNUNG CIREMAI “DIJUAL” KE CHEVRON

1508pendaki

Forumhijau.com – Ciremai, gunung tertinggi di Jawa Barat yang letaknya berada di dua daerah yaitu Majalengka dan Kuningan telah “dijual” oleh pemerintah dengan seharga 60.000.000.000.000 (60T) kepada Chevron corporation.

Perusahaan asal Amerika Serikat ini, bergerak di bidang Gheotermal (panas bumi). Kuningan dan palutungan adalah gerbang utama untuk mengeksploitasi gunung terbesar di Jawa Barat tersebut.

Sedangkan dampaknya bagi lingkungan antara lain:

1) Keluarnya campuran beberapa gas, diantaranya karbon dioksida (CO2), hidrogen sulfida(H2S), metana (CH4), dan amonia (NH3).

2) Pencemar-pencemar tsb jika lepas ikut memiliki andil padapemanasan global, hujan asam, dan bau yang tidak sedapserta beracun.

3) Pembangunan pembangkit juga merusak stabilitas tanah.
4) Pasokan air bersih berkurang.

5) Adanya gempa minor, yang mengakibatkan gunung meletus.
Menurut pilot kawakan Indonesia ditahun 80 hingga 90an, ciremai jarang di lewati oleh pesawat, apalagi berputar di lereng ciremai, bukan karena mitos “ciremai itu angker” tapi di karenakan, adanya sambaran petir yang berwal dari dua arah, yaitu atas dan bawah. Jika dari atas, itu sangat wajar.

Jika dari bawah? Itu tandanya ciremai mengandung emas dan juga uranium! Mereka bukan hanya bergerak di bidang gheotermal saja, mereka ingin mengeruk semua kekayaan alam kita! Pemerintah mempermudah jalan bagi Chevron corporation untuk menembus, gunung ciremai.

©[ www.forumhijau.com – FHI]

    comments

    8 comments on “GUNUNG CIREMAI “DIJUAL” KE CHEVRON

    1. Ade Suwinda, S.Pd. on said:

      Kalau pribumi tidak bisa mengusahakannya mau gimana lagi!

    2. Apa ada dokumen resminya? Hanya untuk klarifikasi, saya takut ini berita hoax.

    3. idoy on said:

      saluat for pemerintahan indonesia hingga ke daerah2 nya. cik beingeit sia sabaraha ku aing ek di beuli

    4. bakayarro……………..
      udah tau kekayaan alam banyak malah dijual………
      hadeuh…….
      nggak mikir rakyatnya apa
      maen asal jual ajja

    5. dadang on said:

      Ngawaduk hungkul ieu berita, fitnah kabeh eusin. Paling sumber beritana hasil ngalamun

    6. nana on said:

      Amerika Tertarik Tambang Geotermal di Ciremai dan Kromo
      Bandung–Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Barat
      Sumarwan, menyatakan, saat ini potensi energi panas bumi (geotermal)
      di Jabar belum termanfaatkan secara optimal. Menurut Sumarwan, salah
      satu kendalanya ialah mahalnya harga investasi. Namun, saat ini
      investor asal Amerika Serikat tertarik teliti potensi panas bumi dua
      gunung di Jabar.
      “Jabar itu potensinya 6.000 Megawatt (MW). Yang sudah dieksploitasi
      sekitar 1.075 MW dari empat lokasi Darajat, Kamojang, Gunung
      Papandayan, dan Gunung Salak,” kata Sumarwan, saat ditemui di Gedung
      DPRD Jabar, Jalan Diponegoro Bandung, kemarin. Dia mengatakan, untuk
      penanaman modal 1 MW dari tenaga panas bumi, dibutuhkan USD 3-4 juta.
      “Untuk 1 MW butuh kurang lebih 3-4 juta Dollar Amerika atau sampai 40
      miliar Rupiah. Selain investasi yang masih mahal, ada juga masalah
      penyelesaian status lahan. Potensi panas bumi an di kawasan hutan,
      harus disinkronisasi oleh pemegang kebijakan kehutanan,” kata dia.
      Kementerian Perhutanan menurut dia, melarang hutan konservasi untuk
      dieksploitasi.
      Sementara, hutan lindung tidak boleh ditambang, kecuali dengan
      berbagai syarat. Pihaknya pun siap memenuhi syarat-syarat pemugaran,
      dengan melalui tahapan yang diatur Undang-undang. Dia menyatakan,
      meski sangat mahal, dua potensi lokasi geothermal kini telah ditelaah
      oleh investor Amerika Serikat.
      “Di Gunung Ciremai dan Gunung Kromo yang terletak di perbatasan
      Kuningan Majalengka, ada potensi dan sekarang lagi diteliti konsorsium
      investor dalam dan luar negeri. Luar negerinya dari Amerika. Khusus
      untuk Ciremai oleh Chevron,” kata dia. Sumarwan menyatakan, penelitian
      potensi panas bumi barulah sebatas eksplorasi.
      Saat ini, diperoleh hipotesa bahwa Kromo dapat membangkitkan tenaga 50
      MW, sementara Ciremai sekitar 55 MW. Untuk membuka Pembangkit Listrik
      Tenaga Panas Bumi (PLTP) baru di dua gunung tersebut, membutuhkan
      waktu setidaknya tujuh tahun lagi. “Dari eksplorasi sampai jadinya
      pembangkit bisa habiskan enam sampai tujuh tahun,” terang dia.
      Proses terdiri dari eksplorasi, uji kelayakan atau feasibility study,
      tinjau masalah ekonomi, membuat kerjasama dengan Perusahaan Listrik
      Negara, kemudian bangun turbin. “Setelah susun persetujuan pembayaran,
      baru terlaksana. Selama 2-3 tahun bangun turbin, pipa transmisi dan
      sebagainya butuh waktu 5-7 tahun,” kata dia.
      Sehingga setelah semuanya di bangun, maka listrik pun di produksi dan
      bisa dijual.
      “Sebetulnya suplai demand listrik jabar sendiri, sudah defisit.
      Karena kebutuhan jabar sangat besar. Seiring dengan banyaknya industri
      besar. Suplai yang dihasikkan dari jabar dari berbagaai pembangkit,
      belum cukup memenuhi kebutuhan. Oleh karena itulah di Jabar itu harus
      dibangun sumber energi baru,” katanya.**gita pratiwi

    7. pemerintah seharusnya punya pemikiran jauh kedepan apa dampaknya bagi masyarakat nanti bukannya hanya untuk keuntungan sesaat.

    8. Anonym on said:

      valid ga nih apa isu saja . tolog di lihat dulu dan dibicarakan kalau bisa dengan para intelektual kuningan + dan – nya

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    *

    * Copy This Password *

    * Type Or Paste Password Here *

    4,398 Spam Comments Blocked so far by Spam Free Wordpress

    You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

    Powered by forumhijau | | Thanks to porada.blog.onet.pl, freewpthemesblog.com and this site

    Social Widgets powered by AB-WebLog.com.