Harimau Sumatera Mengungsi ke Pemukiman di Batang Merangin

Forumhijau.com – Penampakan harimau Sumatera sejak beberapa pekan terakhir, ternyata tidak hanya di beberapa desa dalam wilayah Kecamatan Batang Merangin saja, namun harimau juga terlihat oleh warga di Desa Sungai Tutung, Kecamatan Air Hangat Timur, Kerinci.

Munculnya si raja hutan dekat dengan pemukiman tersebut, sempat membuat geger, karena khawatir akan terjadi konflik yang bisa menimbulkan korban, apalagi banyak warga yang beraktivitas di lokasi penampakan harimau.

Warga yang mengaku pernah bertemu harimau, adalah H Supriadi (55). Dia mengaku kaget dengan penampakan harimau di kebunnya sekitar pukul 11.30 wib selasa (9/4) kemarin. Saat ia sedang mencangkul, tiba-tiba yang muncul seekor harimau yang berjalan melintasi area perkebunan.

Keberadaan harimau hanya berjarak sekitar 10 meter dari tempat ia berada, akibatnya ia pun ketakutan, kemudian meninggalkan lokasi tempat ia bekerja menuju pondok di kebunnya.

Beruntung, harimau tersebut tidak menyerang dan menuju ke arah perkebunan lainnya.

Saya terkejut dan juga takut, dan langsung meninggalkan tempat saya bekerja menuju pondok, karena saya tidak berani lagi berada lokasi tersebut,” tutur H Supriadi, Kamis (11/4).

Dikatakannya, berkeliarannya harimau Sumatera, membuat ia takut berada di kebun, padahal kebunnya dekat dengan permukiman penduduk, hanya berjarak 30 meter saja. Ya, dengan kejadian tersebut, saya ragu untuk ke kebun,” ujarnya.

Ia mengatakan, bukan hanya dirinya saja yang menemukan harimau di area perkebunan, namun beberapa warga lainnya, dalam waktu yang hampir bersamaan juga melihat harimau.
Bukan hanya saya yang melihat harimau itu. Namun, warga lainnya juga pernah melihat harimau berkeliaran di kebun,” katanya.

Ogi, pemuda desa setempat juga mengaku pernah menemukan jejak harimau, diperkirakan baru melintasi di area perkebunan miliknya. Di kebun milik saya juga pernah saya temukan jejak harimau,” ungkapnya.

Menurut warga, harimau yang berkeliaran di area perkebunan tersebut, kondisinya sangat kurus. Beruntung penemuan warga, harimau tersebut tidak mengganggu aktivitas penduduk setempat.

Namun, mereka berharap pihak terkait segera mengambil tindakan, sebelum adanya korban amukan harimau seperti di daerah lain. Sebaiknya segera diatasi, agar tidak ada warga yang menjadi korban,” tegasnya.

Kepala Seksi Wilayah I Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), Agusman, mengatakan yang dilihat oleh warga di Sungai Tutung tersebut, kemungkinan besar bukan harimau Sumatera.

Diduga yang dilihat warga adalah macan dahan. Satu bulan lalu juga ada laporan, dan sudah kita cek, dan yang ditemukan adalah macan dahan. Namun kita tetap tidak mau berspekulasi, nanti kita akan lakukan pengecekan lagi,” katanya, Jumat (12/4).

Manager lapangan tim Pelestarian Harimau Sumatera (PHS), Dian, juga mengaku akan melakukan pengecekan. ”Sejauh ini kita belum menerima informasi. Nanti kita akan cek kelokasi. Kita kekurangan tenaga, karena anggota kita hanya 12 orang saja,” katanya.

Diduga mati keracunan

Penyebab matinya harimau yang ditemukan di pinggiran Desa Tiangko Panjang, Kecamatan Sungai Manau, Kabupaten Merangin, terus didalami oleh pihak Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat.

Untuk mengetahui penyabab pasti matinya si raja hutan itu, BB-TNKS melakukan autopsi pada bangkai harimau, dengan bantuan tenaga ahli dari dokter hewan, yakni dr Erni Suyanti. Hasilnya nanti, akan dikirim ke Bogor, untuk penelitian lebih lanjut.

Ya, harimau yang mati di Sungai Manau sudah kita autopsi Kamis kemarin, rencananya beberapa sampel yang sudah kita ambil, akan kita kirimkan ke Bogor untuk dilakukan penelitian,” ujar manajer lapangan tim Peletarian Harimau Sumatera (PHS), Dian, kemarin.

Dia mengatakan, dugaan sementara harimau tersebut sedang sakit akibat terkena virus atau keracunan, sehingga harimau tidak bisa berburu dan akhirnya mati kelaparan. Dugaan ini juga diperkuat dengan ditemukannya beberapa organ tubuhnya yang rusak,’ katanya.

©[FHI/Mongabay]

Follow us: @forum_hijau